PKS gerah dengan tudingan partai mendapat uang hasil suap.
VIVAnews –
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gerah dengan berkembangnya isu yang
menuding keuangan partai mereka berasal dari hasil suap daging impor
sapi--kasus yang saat ini membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan
Ishaaq. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid pun membantah isu itu.
Hidayat mengatakan keuangan PKS berasal dari iuran kader yang duduk di DPR. “Iuran itu berasal dari gaji kami. Per bulan minimal kami iuran Rp20 juta untuk partai,” kata Hidayat, Rabu 6 Februari 2013.
Hidayat mengatakan keuangan PKS berasal dari iuran kader yang duduk di DPR. “Iuran itu berasal dari gaji kami. Per bulan minimal kami iuran Rp20 juta untuk partai,” kata Hidayat, Rabu 6 Februari 2013.
Selain iuran untuk partai, anggota Fraksi PKS di DPR juga harus menyetor lagi uang Rp2 juta untuk iuran fraksi per bulannya.
Sementara itu, bagi kader PKS yang tidak duduk di kursi DPR, mereka mengeluarkan iuran untuk partai dengan jumlah bervariasi. Total, sekitar empat persen dari penghasilan masing-masing kader.
“Dalam Undang-Undang Parpol kan boleh menerima hibah dari perseorangan dan partai. Jadi secara normatif, itulah sumber keuangan partai," ujar Hidayat.http://politik.news.viva.co.id/news/read/388051-sumber-dana-pks-dari-suap-impor-sapi--ini-jawaban-hidayat
Sementara itu, bagi kader PKS yang tidak duduk di kursi DPR, mereka mengeluarkan iuran untuk partai dengan jumlah bervariasi. Total, sekitar empat persen dari penghasilan masing-masing kader.
“Dalam Undang-Undang Parpol kan boleh menerima hibah dari perseorangan dan partai. Jadi secara normatif, itulah sumber keuangan partai," ujar Hidayat.http://politik.news.viva.co.id/news/read/388051-sumber-dana-pks-dari-suap-impor-sapi--ini-jawaban-hidayat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar